Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dua korban yang terkena longsor di Bukit Simarsolpah belum juga ditemukan, pemkab Simalungun turunkan 4 eskavator

Senin, 23 Oktober 2023 | Oktober 23, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-10-23T03:35:37Z


Simalungun, Pantau Online 

 Jan Rukun Saragih (38) dan Jelmin Saragih (56), dua petugas Swadaya Air Masyarakat (SAM) setempat yang tertimbun reruntuhan Bukit Simarsolpah sejak Minggu (15/10/2023) siang, hingga kini belum juga ditemukan.

Pencarian korban tanah longsor di kawasan Perbukitan Dolog Simarsolpah, Kecamatan Raya Kahean, Simalungun terus dilakukan.Kali ini, Pemkab Simalungun menurunkan 4 unit alat berat (ekskavator). Selain alat berat, untuk membantu tim dalam melakukan pencarian korban, pemerintah juga menurunkan 1 unit mesin pompa air, Anjing Pelacak K 9 dan 2 Unit Chain Saw pada Sabtu (21/10/2023) kemarin. Sementara itu, Hariansen Saragih, abang korban menjelaskan bahwa longsor terjadi sekira pukul 11.00 WIB.

Sekretaris BPBD Kabupaten Simalungun, Manaor Silalahi menyampaikan, tim gabungan pencarian korban yang terdiri dari unsur Pemerintah Kabupaten dan kecamatan), TNI,  Polri, BPBD dan Basarnas dibantu keluarga Korban dan masyarakat, rutin melakukan pencarian dengan mengawali apel pagi. 

"Sebagaimana diketahui, longsor di kawasan Dolog Simarsolpah terjadi pada 15 Oktober 2023 lalu menyebabkan dua warga Nagori Durian Banggal tertibun material longsor," kata Manaor, Minggu (22/10/2023).

Kedua korban tertimbun tanah longsor pada saat hendak memperbaiki saluran air yang rusak. Manaor Silalahi pun memberikan pengarahan kepada seluruh tim dan juga masyarakat yang turut berpartisipasi dalam pencarian korban. 

"Fokus pencarian kita konsentrasikan pada hulu yang merupakan sumber air, kemudian pengorekan kembali tanah dasar menuju perladangan warga," kata Manaor. Manaor juga membagi tugas tim untuk pencarian korban di titik longsor. 

Satu unit alat berat bertugas membuka jalur air di hilir ditambah penyemprotan untuk memberisihkan material longsor dari hulu ke hilir. 

Sedangkan tiga alat berat lagi bertugas melakukan pengorekan dan menyingkir material longsor sembari mencari korban di titik longsor. 

Terpisah, Kapolsek Raya Kahean meminta kepada semua tim agar tetap waspada dalam melakukan tugasnya.Ia juga mengimbau masyarakat yang menyaksikan agar senantiasa menjaga diri dan diminta untuk tidak mendekat di lokasi longsor."Karena dikhawatirkan akan ada batu yang jatuh dari atas. Mohon doanya agar korban segara dapat di temukan," ujarnya.Sebelumnya longsor di Bukit Simarsolpah terjadi usai hujan deras mengguyur Simalungun dalam beberapa hari terakhir.Longsor itu membuat dua warga menjadi korban, yakni Jan Rukun Saragih dan Jelmin Saragih.

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga bersama Kapolres AKBP Ronald FC Sipayung, pun melakukan gerak cepat meninjau lokasi longsor yang terjadi di wilayah Bukit Simarsolpa Nagori Durian Banggal, Kecamatan Raya Kahean, Simalungun, Minggu (15/10/2023) petang. 

Radiapoh mengatakan, Pemkab Simalungun akan segera melakukan upaya untuk mengevaluasi korban yang tertimbun.

"Kita harapkan alat berat itu segera berada di lokasi ini untuk melakukan penggalian. Upaya terus kita lakukan, karena ini menyangkut nyawa manusia. Mudah-mudahan kedua masyarakat yang tertimbun itu selamat," kata Radiapoh."Kita tadi dari Siantar langsung kemari (lokasi longsor) melihat kondisinya dan berkordinasi dengan BPBD Simalungun maupun provinsi," ujar Bupati. 

Radiapoh mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi longsor, karena dikhawatirkan di sekitar lokasi masih rawan terjadi longsor kembali. "Informasi ini saya terima dari teman korban, karena mereka saat itu sedang melakukan perbaikan pipa air yang rusak," jelas Hariansen.


"Mereka berdua (korban) menuju ke hulu untuk mematikan air agar pipa dapat diperbaiki di hilir. Tapi lama tidak kembali dan ternyata terjadi longsor. Adik saya itu satu," terangnya sembari menyebut nama adiknya, Jelmin Saragih.

Sumber: Tribunnews.com

×
Berita Terbaru Update